MIMIKA - Di tengah gegap gempita perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang menyatukan jutaan keluarga di seluruh penjuru negeri, ribuan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di tanah Papua justru memilih untuk tetap teguh di pos pengabdian. Mereka rela menahan kerinduan akan kampung halaman, demi memastikan kedaulatan negara tetap terjaga dan masyarakat di Bumi Cenderawasih senantiasa merasakan aman.
Komitmen mulia ini ditegaskan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, usai menunaikan ibadah Sholat Idul Adha bersama ratusan prajurit di Masjid An-Nur Mayon Yonif 754, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (27/5/2026). Momen sakral tersebut juga menjadi ajang berbagi kebaikan, di mana Letjen TNI Lucky Avianto menyerahkan sejumlah hewan kurban sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di Hari Raya Kurban.
“Seluruh prajurit TNI yang bertugas di Papua tetap siaga di pos masing-masing. Kami memilih tidak mudik karena tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara adalah prioritas utama, ” tegas Letjen TNI Lucky Avianto.
Bagi para prajurit yang bertugas di ujung timur Indonesia, pengorbanan untuk tidak mudik saat hari raya bukanlah hal baru. Sebagian besar dari mereka telah bertahun-tahun merayakan Idul Adha dan momen keagamaan penting lainnya tanpa kehadiran keluarga tercinta, demi menunaikan amanah negara.
Meskipun dihadapkan pada medan yang berat dan tantangan geografis yang tak main-main, para prajurit ini tetap merasakan kehangatan suasana Lebaran. Kebersamaan itu terjalin bukan hanya dengan sesama rekan seperjuangan, tetapi juga dengan masyarakat Papua yang telah mereka anggap sebagai keluarga.
“Lebaran bagi prajurit bukan sekadar pulang kampung, tetapi tentang menjadikan tempat tugas sebagai rumah dan rakyat sebagai keluarga yang harus dijaga dan disejahterakan, ” ujar Lucky, menggambarkan makna mendalam dari pengabdiannya.
Setiap lantunan takbir yang bergema di pos-pos penjagaan, mulai dari wilayah pedalaman, lereng pegunungan, hingga pelosok terpencil Papua, menjadi pengingat suci bahwa menjaga negeri adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah dan pengabdian tulus kepada bangsa.
Momentum Idul Adha ini juga dimanfaatkan oleh para prajurit sebagai sarana refleksi mendalam atas pengabdian mereka dan sebagai upaya memperkuat solidaritas di antara sesama personel TNI. Dalam keterbatasan dan jauh dari dekapan keluarga, mereka menemukan kehangatan dalam kebersamaan, berbagi melalui doa bersama, menikmati hidangan sederhana, hingga mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.
Pangkogabwilhan III memandang kehadiran TNI di Papua jauh melampaui sekadar penjaga stabilitas keamanan. Mereka adalah sahabat sejati dan pelindung bagi masyarakat.
“Lebaran menjadi jembatan kemanusiaan antara prajurit dan masyarakat Papua. Kami ingin terus membangun kedekatan, berbagi kebahagiaan, dan menghadirkan rasa aman bagi warga, ” katanya, menggarisbawahi peran humanis TNI.
Di tengah keheningan pos penjagaan dan dinginnya udara pegunungan Papua, api semangat pengabdian para prajurit TNI terus berkobar. Kerinduan mendalam terhadap keluarga justru menjelma menjadi sumber kekuatan yang tak tergoyahkan untuk terus mengibarkan Sang Merah Putih di benteng terdepan wilayah timur Indonesia.
Semangat pengorbanan yang terpancar dari para prajurit TNI di tanah Papua adalah potret nyata bahwa tugas mulia menjaga kedaulatan bangsa tidak mengenal kata libur, bahkan di momen paling istimewa seperti Hari Raya Idul Adha.
(PERS)

Updates.